Kamis, 05 Desember 2013

KPK Minta Pejabat Stop Budaya Amplop buat Wartawan

KPK Minta Pejabat Stop Budaya Amplop buat Wartawan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. TEMPO/Hariandi Hafid


Samad Tak Ciut dengan Hasil Komite EtikTEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengingatkan pejabat hubungan masyarakat agar menghentikan kebiasaan memberi amplop pada wartawan.

"Kalau masih ada pejabat melakukannya, harus dipertanyakan, jangan-jangan pejabatnya enggak benar," ucapnya di sela Seminar Hubungan Masyarakat di Balai Kartini, Kamis, 4 Desember 2013.

Menurut dia, menyuap wartawan adalah praktek buruk masa lalu. Dengan label tanda terima kasih, uang transportasi, atau apa pun, budaya amplop semestinya dihindari dan tak diteruskan lagi.

Direktur Utama PT Kereta Api Ignatius Jonan meminta wartawan juga mendukung dihentikannya kebiasaan mengantongi amplop. Ia mencontohkan, ketika instansinya mengundang wartawan untuk meliput ke luar negeri, sejumlah jurnalis menolak uang yang disediakan. "Itu saya appreciate (menghargai) sekali," ucapnya di tempat yang sama.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpendapat, sejatinya fungsi hubungan masyarakat bisa sukses hanya jika petugasnya mampu bersikap transparan dan jujur. "Tidak usah menutup-nutupi, apa adanya saja," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar